DITO!! SEPATU GUE!
DITO JANGAN LEMPAR SEPATU GUE! ITU MAHAL WOY!!
Beberapa suara pekikkan di ruang kelas ips 2, kelas paling ujung, paling pojok dan paling dekat dengan makam. Tapi beruntungnya, kelas tersebut tidak bersebelahan langsung dengan makam karena kini sebuah tembok telah mempagari antara sekolah dan makam.
Nama yang di sebutkan dalam suara pekikkan tersebut adalah Dito Marselino, biasa di panggil Dito. Dia pinter, doyan tidur pas jam pelajaran, dan petakilan. Orangnya gak bisa diem. Iya, gak bisa diem. Dia itu pecicilan plus jahil. Dan tiva adalah salah satu sahabt ceweknya yang dekat dengan dito. Pernah, suatu hari, dito menemukan landak di pohon, lalu dia ambil dan dia bawa ke kelas. Di sodorkan ke beberapa anak kelas yang menurutnya asik untuk di ajak bermain-main dengan si landak.
"Dito!! Ih! Singkirin nggak landak lo!! Jangan ganggu gue yang lagi nonton korea dong"
"Si udin pengen ikut nonton korea anti..." Tiva hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang satu itu jahil, kelewat jahil malah.
"Napa dito... Singkirin landak lo" anti mulai memasang wajah mememelas. Landak--yang dito beri nama udin, asik nangkring di keyboard laptop milik anti.
Yakkss... Saat itu guru sedang tidak ada di kelas di karenakan--tak tahulah alasannya, tiva tak peduli dan tak ingin cari tahu.
Kelas paling pojok yang penuh dengan story menarik--menurut tiva.
Apanya yang menarik?? Orangnya.
Kenapa?? Percayalah segalnya tak ada yang sempurna di dunia ini.
Tiva terkejut atas segala sesuatunya di dalam kelas itu.
Yang tiva pikir dia itu anak polos, nyatanya tidak. Isi otaknya itu lho... Mesum! Dia menghasut anak kelas buat baca-baca cerita panas. Yaps! Yang tiva ceritakan itu perempuan bukan laki-laki.
Kalau soal laki-laki kelas pojok ini, mulutnya itu pada lemes terkecuali dito. Dia mah orangnya gak pedulian tapi peduli. Duh, gimana sih ini peduli tapi gak pedulian?? Bodo lah, intinya mah gitu.
Mari author kenalkan anak-anak kelas pojok ini.
Saat ini, kelas sedang tak ada guru.
Orang yang lagi teriak-teriak mengeluarkan suaranya, bernyanyi bahasa inggris itu, marsha. Iya, marsha and the bear. Bisa juga di panggil qolby. Setau author, qolby itu artinya hati kan?? #minta di tabok.
Nah, scroll... Kerumunan orang-orang yang lagi ngobrol itu ada rus, rena, alika, arin dan karin.
Mau tau apa yang mereka omongin?? Oke, skip saja apa yang mereka omongin karena author gak mau cerita. So simply, yang mereka omongin itu jorok-jorok dan gak berbobot.
Kalian berpikir gak sih, kalau ternyata ada nama yang mirip? Iya, itu arin dan karin? Kalau di kelas panggil nama 'rin' dua-duanya nengok. Lucu gak sih?? Nggak. Oke, author garing emang!
Selanjutnya, dua orang yang duduk di tempat paling depan. Mereka mah orangnya adem. Dari tadi diem di tempatnya sambil ngobrol berdua.
Salah satu dari dua orang itu adalah ustadzah kelas. Dia menjabat sebagai seksi kebersihan di kelas. Setiap pagi dia tidak lupa mengingatkan anak-anak kelas buat piket.
Mereka berdua anak-anak rajin. Kelewat rajin malah. Nyatanya, jawaban dari sebuah pertanyaan itu pendek, tapi mereka malah menjawabnya dengan panjang lebar. Sampai berlembar-lembar.
Kerumunan berikutnya, di pojok kelas. Mereka adalah cabe kelas. Walau begitu, mereka memiliki kehidupan keluarga yang kelam. Seperti ke dua orang tuanya cerai, penyimpangan seksual, sampai pemfitnahan yang mereka alami di kehidupan nyatanya.
Diantara mereka-mereka yang cabe, ada yang lebih cabe lagi. Mulutnya seperti harimau. Dia lemes bangat, dia ngehasut orang buat terbawa emosi.
Dia ashari. Dia mulutnya gak bisa di kontrol. Tajam. Setajam silet. Eh gak ding, tajamnya ngalahin tajamnya silet dan gak akan berkarat.
Berikutnya kerumunan cowok yang baris depan. Mereka itu anak baik-baik. Tapi, seperti yang sudaj author bilang, di dunia ini gak ada yang sempurna. Mereka baik, pinter, tapi mulutnya itu lho... Lemes. Cerewet, dan sukanya ngegosip. Di samping kerumunan cowok, ada si anti--si wakil ketua osis beserta temannya sedang asik nonton film korea. Sebenarnya, hida itu gak suka film korea dia lebih suka film anime. Tapi karena anti cuman punya film korea, hida terpaksa, mau bagaimana lagi? Daripada gabut karena gak ada guru.
Dan yang terakhir, kerumunan cowok baris belakang. Ini adalah kelompok cowok bandel, jahil, gak bisa diem and konyol.
Dan termasuk dito. Dia adalah cowok tengil, konyol, dan urakan. Walaupun demikian, dito itu pinter... Dia sering gak remed sementara tiva?? Jangan tanyakan hal tersebut, karena tiva remed di setiap bidang pelajarang. Kecuali pelajaran geografi. Jangan tanyakan pula kenapa hanya pelajaran geografi tiva tidak remed, tiva pun tidak tahu.
Sepulang sekolah, dito mengajak tiva ke suatu tempat antah berantah.
Motor dito berhenti tepat di depan gapura besar bertuliskan 'TPU (Tempat Pemakaman Umum) singasari.
Dahi tiva berkerut saat menyadri bahwa dirinya di bawa ke makam oleh dito.
"Dit, kita ngapain ke sini?"
"Gue kangen sama ibu gue, dan gue mau ada lo di saat gue nemuin ibu gue nanti" yaps! Kata-katanya ambigu. Ada tiva saat ketemu ibunya? Maksudnya mau kenalin tiva sama ibunya? Buat apa? Biar tiva kenal sama calon mertuanya? Halah, tinggi sekali imajinasimu nak...
Di depan gundukan tanah dan nisan, dito berjongkok di samping makam ibunya.
"Mah, aku mau kenalin seseorang sama mamah..." Lirihnya "dia namanya tiva. Perempuan cantik tapi arogan" senyum tiva kecut. Setelah di puji, malah di ledek. Dia ikut berjongkok. Prihatin juga sama dito.
"Dan aku mau ngomong sesuatu yang sangat penting sama tiva di hadapan mamah..." Dito menghadap tiva. Tersenyum ke arahnya dan meraih jemarinya.
"I love you" lha... Tiva sempat terbengong. Heran juga kenapa nyatain cintanya harus di kuburan kayak gini? Iya, tiva tau dito pengen nyatain cintanya di hadapan mamahnya... Tapi gak gini juga kali.
Senin, 09 Oktober 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
No bad boy
Bagian baru dari cerita 'no bad boy' nih... Kalo ada kesalahan kata atau yang lebih di sebut 'typo' maafkalah... 'Karena...
-
DITO!! SEPATU GUE! DITO JANGAN LEMPAR SEPATU GUE! ITU MAHAL WOY!! Beberapa suara pekikkan di ruang kelas ips 2, kelas paling ujung, pali...
-
Bagian baru dari cerita 'no bad boy' nih... Kalo ada kesalahan kata atau yang lebih di sebut 'typo' maafkalah... 'Karena...
-
Sebelum ke cerita, gue sebagai penulis pengen curcol dulu ya... Jadi gini, rencanannya gue pengen bikin novel... Tapi gak tau bakalan berhas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar